Breaking News

Home / Musi Banyuasin

Tuesday, 6 January 2026 - 03:15 WIB

Audit Dana Kontribusi Pembangunan Jembatan Mendesak: Perusahaan Diminta Transparansi Anggaran Rp 54,4 Miliar

MUSI BANYUASIN – Komitmen dana kontribusi perusahaan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan, menjadi sorotan setelah mencuatnya pertanyaan mengenai transparansi dan realisasi anggaran. Total komitmen dana yang dilaporkan mencapai Rp 54.400.000.000 (Lima Puluh Empat Miliar Empat Ratus Juta Rupiah).

 

Dari total komitmen tersebut, kontribusi yang telah direalisasikan adalah sebesar Rp 28.133.000.000, dengan sisa dana komitmen sebesar Rp 26.267.000.000 yang belum dibayarkan.

 

Pertanyaan Terkait Realisasi Kontribusi Awal

 

Seorang Tokoh Masyarakat dan pemerhati pembangunan daerah, Astawila, menyuarakan kekhawatiran publik terkait penggunaan dana yang telah dibayarkan. Dengan kontribusi sebesar Rp 28.133.000.000, realisasi fisik pembangunan jembatan dianggap belum memadai.

 

“Dengan dana kontribusi yang sudah masuk hingga puluhan miliar, tak seharusnya pembangunan jembatan hanya terlihat dengan 8 tiang pancang,” ujar Satoto Waliun.

Baca Juga:  Sumur Minyak Ilegal Kembali Terbakar, Penjabat Berwenang Memilih Bungkam

 

“Yang menjadi pertanyaan besar sekarang adalah: berapakah sisa uang kontribusi yang telah dibayarkan sampai sekarang, dan apa pengeluaran terbesar yang telah menggunakan dana tersebut?”

 

Desakan Audit Anggaran AP6L

 

Untuk menjawab keraguan publik dan memastikan penggunaan dana sesuai peruntukan, Astawila secara tegas meminta AP6L (pihak pengelola anggaran, jika merujuk pada inisial yang tidak lengkap) untuk diaudit perihal anggaran kontribusi

 

Sementara Ketua Asosiasi Pengguna Lalu Lintas di Bawah Jembatan P6 Lalan (AP6L) Humala Oloan Pasaribu, yang aktif dalam mengadvokasi dan memastikan pembangunan kembali jembatan P6 Lalan setelah rusak, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Untuk Anggaran nya yang telah terealisasi (*)

Loading

Share :

Baca Juga

Musi Banyuasin

Hujan Air Mata dan Spanduk Protes di Lalan: Warga Muba Desak Janji Pembangunan Jembatan yang Roboh

Musi Banyuasin

Api Menyala di Area HGU PT Hindoli: Kebakaran Sumur Minyak Ilegal diduga milik DMO

Musi Banyuasin

Terkesan Janggal, Balai Besar Lakukan Pengaspalan Jalan Kabupaten Pasar Randik

Musi Banyuasin

Proyek Pembuatan Talud di Babat Toman, Muba Dinilai Mubazir 

Musi Banyuasin

Diduga Belum Kantongi Izin, Tongkang Batubara Melintas di Sungai Musi

Musi Banyuasin

Evaluasi Dinkes 2025, Komisi IV DPRD Muba Perkuat Program Kesehatan di APBD Perubahan 2026

Musi Banyuasin

Terkesan Janggal, Balai Besar Lakukan Pengaspalan Jalan Kabupaten Pasar Randik

Musi Banyuasin

Sumur Minyak Ilegal Kembali Terbakar, Penjabat Berwenang Memilih Bungkam