MUSI BANYUASIN – Komitmen dana kontribusi perusahaan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan, menjadi sorotan setelah mencuatnya pertanyaan mengenai transparansi dan realisasi anggaran. Total komitmen dana yang dilaporkan mencapai Rp 54.400.000.000 (Lima Puluh Empat Miliar Empat Ratus Juta Rupiah).
Dari total komitmen tersebut, kontribusi yang telah direalisasikan adalah sebesar Rp 28.133.000.000, dengan sisa dana komitmen sebesar Rp 26.267.000.000 yang belum dibayarkan.
Pertanyaan Terkait Realisasi Kontribusi Awal
Seorang Tokoh Masyarakat dan pemerhati pembangunan daerah, Astawila, menyuarakan kekhawatiran publik terkait penggunaan dana yang telah dibayarkan. Dengan kontribusi sebesar Rp 28.133.000.000, realisasi fisik pembangunan jembatan dianggap belum memadai.
“Dengan dana kontribusi yang sudah masuk hingga puluhan miliar, tak seharusnya pembangunan jembatan hanya terlihat dengan 8 tiang pancang,” ujar Satoto Waliun.
“Yang menjadi pertanyaan besar sekarang adalah: berapakah sisa uang kontribusi yang telah dibayarkan sampai sekarang, dan apa pengeluaran terbesar yang telah menggunakan dana tersebut?”
Desakan Audit Anggaran AP6L
Untuk menjawab keraguan publik dan memastikan penggunaan dana sesuai peruntukan, Astawila secara tegas meminta AP6L (pihak pengelola anggaran, jika merujuk pada inisial yang tidak lengkap) untuk diaudit perihal anggaran kontribusi
Sementara Ketua Asosiasi Pengguna Lalu Lintas di Bawah Jembatan P6 Lalan (AP6L) Humala Oloan Pasaribu, yang aktif dalam mengadvokasi dan memastikan pembangunan kembali jembatan P6 Lalan setelah rusak, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Untuk Anggaran nya yang telah terealisasi (*)
![]()
















