Breaking News

Home / Musi Banyuasin

Tuesday, 6 January 2026 - 03:09 WIB

Hujan Air Mata dan Spanduk Protes di Lalan: Warga Muba Desak Janji Pembangunan Jembatan yang Roboh

MUSI BANYUASIN – Ratusan warga Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menggelar aksi damai yang dipenuhi keharuan dan kekecewaan di bawah guyuran hujan gerimis pada hari Jumat (2/1/2026). Aksi ini adalah puncak dari penderitaan panjang dan kekecewaan mendalam atas robohnya Jembatan Lalan, yang merupakan jalur vital, akibat ditabrak oleh tongkang batu bara.

 

Di lokasi aksi, massa yang terdiri dari berbagai usia membentangkan spanduk-spanduk yang berisi jeritan hati. Mereka menuntut pertanggungjawaban perusahaan dan mendesak realisasi janji pembangunan kembali jembatan yang tak kunjung terealisasi.

 

Aksi ini dikoordinir oleh Aliansi Masyarakat Peduli Jembatan Lalan, yang dipimpin oleh Gusti Ketut Satya Mertha.

 

“Aksi damai ini sekaligus bentuk dukungan kami terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Gubernur Sumatera Selatan untuk menutup alur sementara, dikarenakan janji pembangunan tidak terealisasi,” tegas Gusti Ketut Satya Mertha di tengah massa yang basah kuyup

.

 

Lima Tuntutan Keras di Tengah Duka Warga

 

Di bawah langit yang kelabu, rintik hujan seolah ikut merasakan duka kolektif, warga Lalan menyuarakan lima tuntutan utama yang tertulis jelas pada spanduk-spanduk mereka, yang diarahkan kepada pemerintah dan perusahaan terkait:

 

Mendesak dilanjutkannya pembangunan Jembatan Lalan.

 

Menutup alur Sungai Lalan secara permanen bagi perusahaan yang menggunakan alur tersebut hingga jembatan dibangun.

 

Mendesak evaluasi izin perusahaan jika tidak bersedia melanjutkan pembangunan jembatan.

 

Menuntut perhatian terhadap dampak sosial akibat robohnya jembatan, termasuk penyediaan fasilitas penyeberangan gratis.

Baca Juga:  Diduga Belum Kantongi Izin, Tongkang Batubara Melintas di Sungai Musi

Menetapkan batas waktu pembangunan jembatan maksimal 7 bulan, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2026.

 

Puncak aksi protes ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan “Alur Ditutup Sementara” di akses sungai, menjadi simbol perlawanan keras terhadap perusahaan yang dianggap lepas tangan.

 

 

Penderitaan dan Harapan dari Lintas Generasi

 

Spanduk-spanduk yang dibentangkan mencerminkan keputusasaan kolektif, memuat seruan yang ditujukan langsung kepada Presiden RI, Gubernur Sumatera Selatan, hingga Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, agar sudi “menolong jeritan hati” warga Lalan. Kehancuran jembatan telah melumpuhkan denyut nadi ekonomi dan sosial masyarakat, memaksa mereka menjalani hari-hari dengan kesulitan akses yang parah dan biaya tinggi.

Penderitaan warga Lalan turut disuarakan oleh para tokoh masyarakat yang hadir.

 

Salah satunya adalah Bapak Astawila, seorang tokoh vokal yang rela menempuh jarak kurang lebih 68 kilometer dari Kecamatan Sungai Lilin menuju Lalan menggunakan sepeda motor, meski usianya tak lagi muda.

 

“Saya berharap agar apa yang menjadi keluhan masyarakat, yaitu Jembatan, dapat segera dibangun. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Bapak Astawila dengan nada penuh harap.

 

Aksi yang berlangsung mengharukan di bawah guyuran hujan ini menjadi pengingat pedih bagi para pemangku kepentingan, bahwa di balik tumpukan batu bara yang melintasi sungai, ada penderitaan ratusan keluarga yang menanti sebuah jembatan—simbol penghubung harapan dan janji yang telah lama ternoda. Warga Lalan berharap, batas waktu 7 bulan yang mereka tetapkan menjadi tenggat terakhir bagi penderitaan panjang ini.(*)

Loading

Share :

Baca Juga

Musi Banyuasin

Perkuat Komunikasi Kamtibmas, Polsek Tungkal Jaya Gandeng Tokoh Agama dan Tokoh Adat

Musi Banyuasin

Sumur Minyak Ilegal Kembali Terbakar, Penjabat Berwenang Memilih Bungkam

Musi Banyuasin

Terkesan Janggal, Balai Besar Lakukan Pengaspalan Jalan Kabupaten Pasar Randik

Musi Banyuasin

Evaluasi Dinkes 2025, Komisi IV DPRD Muba Perkuat Program Kesehatan di APBD Perubahan 2026

Musi Banyuasin

Sambut Audiensi PWI Sumsel, Bupati Muba HM Toha Siap Dukungan Program PWI untuk Kemajuan Daerah

Musi Banyuasin

Audit Dana Kontribusi Pembangunan Jembatan Mendesak: Perusahaan Diminta Transparansi Anggaran Rp 54,4 Miliar

Musi Banyuasin

Diduga Belum Kantongi Izin, Tongkang Batubara Melintas di Sungai Musi

Musi Banyuasin

Proyek Pembuatan Talud di Babat Toman, Muba Dinilai Mubazir