Breaking News

Home / PEMPROV LAMPUNG

Thursday, 23 April 2026 - 13:33 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Perkenalkan Anak Harimau Sumatera Bernama Puspa dan Muli Sikop di Taman Satwa Lembah Hijau, Minimnya Populasi Membuat Konservasi Satwa Liar Kian Mendesak

BANDARLAMPUNG —– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung konservasi satwa liar saat memperkenalkan dua anak Harimau Sumatera di Taman Satwa Lembah Hijau, Bandarlampung, Jumat (22/5/2026).
Dua anak harimau betina tersebut diberi nama Puspa dan Muli Sikop. Keduanya lahir pada 14 Februari 2026 dari pasangan Harimau Sumatera Kyai Batua dan Sinta.
Kelahiran Puspa dan Muli Sikop menjadi sejarah baru karena merupakan keberhasilan pertama kelahiran Harimau Sumatera melalui program konservasi ex-situ di Provinsi Lampung.
Nama Puspa diberikan oleh istri Gubernur Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza. Nama tersebut memiliki arti bunga yang melambangkan keindahan dan kecantikan. Sementara Muli Sikop berasal dari bahasa Lampung yang berarti gadis cantik.
Gubernur Mirza mengaku bersyukur atas lahirnya dua anak Harimau Sumatera tersebut. Ia menyebut keberhasilan itu menjadi bukti nyata bahwa upaya pelestarian satwa langka masih memberikan harapan besar.
“Alhamdulillah, Lampung mendapatkan kabar bahagia dengan lahirnya dua anak Harimau Sumatera yang sehat. Ini menunjukkan bahwa upaya konservasi yang dilakukan bersama mampu memberikan harapan bagi kelestarian satwa langka Indonesia,” ujar Mirza.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Kehutanan, serta pihak Taman Satwa Lembah Hijau.
Mirza juga menyoroti kisah kedua induk harimau yang sebelumnya menjadi korban jerat liar di habitatnya masing-masing.
Kyai Batua, induk jantan, diselamatkan pada 2019 setelah terkena jerat di Lampung Barat. Akibat luka parah yang dialami, tim dokter harus mengamputasi kaki kanan depannya demi menyelamatkan nyawanya.
Sementara induk betina, Sinta, mengalami kejadian serupa setelah terkena jerat di Bengkulu pada akhir 2024. Luka berat membuat kaki kanan belakangnya harus diamputasi sebelum akhirnya dirawat di Lembah Hijau.
“Kisah Kyai Batua dan Sinta menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman jerat liar masih nyata dan membahayakan satwa dilindungi. Karena itu, menjaga hutan dan satwa liar harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Menurut Mirza, lahirnya dua anak harimau dari induk yang sama-sama bertahan hidup dengan tiga kaki menjadi simbol keberhasilan konservasi dan ketulusan para perawat satwa dalam menjaga satwa langka.
“Ini bukan hanya tentang kelahiran satwa, tetapi juga tentang harapan dan semangat untuk terus menjaga kekayaan alam Indonesia,” ucapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini agar generasi muda memiliki rasa cinta terhadap alam dan satwa liar.
Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko mengatakan ancaman terhadap Harimau Sumatera hingga kini masih sangat tinggi, terutama akibat pemasangan jerat di kawasan hutan.
Menurutnya, kedua induk harimau yang kini dirawat di Lembah Hijau merupakan satwa hasil penyelamatan setelah terkena jerat, baik yang dipasang pemburu maupun jerat untuk babi hutan.
“Jerat tidak mengenal jenis satwa. Walaupun tujuannya untuk menangkap babi hutan, jika yang terkena harimau maka dampaknya tetap sama dan sangat membahayakan,” ujarnya.
Satyawan menegaskan Lampung masih menjadi salah satu habitat penting bagi Harimau Sumatera sehingga diperlukan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi memasang jerat liar di kawasan hutan.
Ia mengatakan keberhasilan konservasi Harimau Sumatera nantinya dapat dilihat dari pertumbuhan populasi di habitat alaminya. Namun demikian, upaya pelestarian juga harus tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem agar tidak memicu konflik antara manusia dan satwa liar.
“Harimau harus tetap bisa berkembang biak dengan baik di habitat yang masih utuh dan minim aktivitas manusia, sehingga keseimbangan antara kelestarian satwa dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Satyawan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kampanye pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa kebanggaan Indonesia dan warisan penting Pulau Sumatera.
“Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Kami mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media massa, hingga para influencer untuk bersama-sama mengkampanyekan pelestarian Harimau Sumatera,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga berkesempatan berinteraksi dan berfoto bersama Gajah Sumatera bernama Mega dan anaknya, Rawana.(*)

Loading

Baca Juga:  Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Hadiri Halalbihalal Iwapi Lampung, Dorong Penguatan Hilirisasi dari ekonomi Lampung dengah Meningkatkan Peran Perempuan Pengusaha

Share :

Baca Juga

PEMPROV LAMPUNG

Pemprov Lampung Dorong Mahasiswa Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kampus

PEMPROV LAMPUNG

Wagub Jihan Nurlela Pimpin Rapat Evaluasi Program Prioritas Desaku Maju demi Memperkuat Kualitas dan Efektivitas Penyelenggaraan di Tahun 2026

PEMPROV LAMPUNG

Pemprov Lampung Terima Penyerahan LHP Semester II 2025 dari BPK Perwakilan Lampung, Siap Ditindaklanjuti demi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

PEMPROV LAMPUNG

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Kukuhkan Pengurus KTNA Lampung 2026–2031: Lampung Jadi Barometer Nasional

PEMPROV LAMPUNG

Sambut Mahasiswa Baru Unila, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Dorong Mahasiswa Jadi SDM Penggerak Pembangunan Daerah

PEMPROV LAMPUNG

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Perkuat Disiplin Kerja dan Inovasi untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik melalui Pengaturan Hari dan Jam Kerja ASN

PEMPROV LAMPUNG

Raih Penghargaan Opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman Republik Indonesia, Wagub Jihan Nurlela Tegaskan Komitmen Pemprov Lampung untuk Hadirkan Pelayanan Publik yang Benar-benar Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

PEMPROV LAMPUNG

Dampingi Kunjungan Wamen Koperasi Farida Farichah, Wagub Jihan Nurlela Apresiasi Kemenkop Dorong Pengembangan Alpukat Siger agar Profesional dan Mampu Menembus Pasar Internasional