Breaking News

Home / PEMPROV LAMPUNG

Thursday, 16 April 2026 - 13:54 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Kembangkan Strategi Besar Ekonomi Berbasis Pariwisata, Waktu Tempuh ke Lokasi Wisata Unggulan Makin Singkat: Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu: Dulu 4 Jam, Kini 2,5 Jam

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengembangkan strategi besar ekonomi berbasis pariwisata (tourism-based economy) melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung.
Hasil yang mulai dirasakan masyarakat, salah satunya Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu yang sebelumnya ditempuh 4 Jam, kini hanya 2,5 jam. Akses Wisata Pesisir Lampung kian terhubung.
Dengan strategi ini, Pemerintah Provinsi Lampung berhasil memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan melalui percepatan pembangunan dan perbaikan jalan provinsi di jalur pesisir selatan.
Perbaikan konektivitas jalan juga dimulai dari pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin sepanjang 5,888 kilometer yang menjadi pintu utama menuju kawasan wisata pesisir Pesawaran.
Selama ini, ruas tersebut dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terpadat saat musim liburan. Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar lima meter dan volume kendaraan mencapai 7.500 kendaraan saat akhir pekan, kemacetan panjang kerap terjadi dan menghambat mobilitas wisatawan maupun masyarakat.
Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan menjadi 14 meter lengkap dengan rigid pavement, drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.
“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi besar. Karena itu aksesnya harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Dari Padang Cermin menuju Teluk Kiluan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempercepat penanganan jalan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp48,2 miliar.
Penanganan dilakukan pada sejumlah titik prioritas sepanjang jalur wisata pesisir yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi kendala utama mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
Melalui program tersebut, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.
Gubernur Mirza menegaskan, pembangunan konektivitas pesisir menjadi bagian penting dalam membuka jalur wisata terintegrasi dari Pesawaran hingga Tanggamus.
“Kalau jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, di ruas Teluk Kiluan menuju Gigi Hiu atau Simpang Umbar, Pemprov Lampung mulai melakukan pembangunan bertahap guna membuka akses menuju salah satu destinasi wisata eksotis yang telah dikenal hingga mancanegara.
Pantai Gigi Hiu selama ini dikenal memiliki panorama batu karang unik menyerupai gigi hiu dengan latar ombak Samudra Hindia. Namun keterbatasan akses membuat kunjungan wisatawan belum optimal.
Pada tahap awal, pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai pembangunan jalan ini akan menjadi pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir, sekaligus mendukung sektor perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga distribusi hasil bumi masyarakat.
“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Karena itu kita dorong agar investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan sektor wisata tumbuh bersama,” ujar Gubernur.
Masyarakat pun menyambut positif pembangunan tersebut. Mereka berharap akses yang semakin baik akan membuat kawasan wisata pesisir Lampung semakin ramai dikunjungi wisatawan dan membawa dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.
Kini, jalur Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu perlahan berubah wajah. Dari perjalanan panjang dan melelahkan selama empat jam, akses menuju surga wisata pesisir Lampung kini semakin cepat, nyaman, dan menjanjikan masa depan baru bagi pariwisata daerah.
(*)

Loading

Baca Juga:  Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Tutup Lampung Sharia Economic Festival 2026, Berhasil Libatkan 15 Lembaga Keuangan dan 9873 UMKM dengan Komitmen Pembiayaan Mencapai Rp230 Miliar

Share :

Baca Juga

PEMPROV LAMPUNG

Dari Bangun Jalan Hingga Jaga Jalan: Strategi Gubernur Mirza Wujudkan Jalan Provinsi Mantap 98% di Lampung Tengah

PEMPROV LAMPUNG

Pemprov Lampung Dukung Penuh Lampung Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Tahun 2027

PEMPROV LAMPUNG

Ketua TP PKK Ibu Purnama Wulansari Mirza Hadiri Tabligh Akbar Spesial “Perjalanan Menuju Hidayah” di Al-Kautsar, Diisi Tausyah Koh Dondy Tan dan Ustadzah Nevy Amaliyah Nanlony

PEMPROV LAMPUNG

Dampingi Kunjungan Wamen Koperasi Farida Farichah, Wagub Jihan Nurlela Apresiasi Kemenkop Dorong Pengembangan Alpukat Siger agar Profesional dan Mampu Menembus Pasar Internasional

PEMPROV LAMPUNG

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Perkuat Disiplin Kerja dan Inovasi untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik melalui Pengaturan Hari dan Jam Kerja ASN

PEMPROV LAMPUNG

Kunjungi Calon Siswi Sekolah Rakyat di Lampung Timur, Wagub Jihan Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

PEMPROV LAMPUNG

Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Pemprov Terus Perkuat Pasokan dan Distribusi Pangan

PEMPROV LAMPUNG

Wagub Jihan Apresiasi Upaya Yayasan Muda Inspirasi Kelola Sampah Pasar Jadi Pupuk Organik