EMPAT LAWANG — Memasuki hari ketiga, proses pencarian korban tenggelam di Sungai Musi atas nama Madon masih terus dilakukan, dengan melibatkan gabungan tim dari berbagai unsur, Senin (26/01).
Operasi pencarian melibatkan 15 personel BPBD Empat Lawang, 7 personel Basarnas Lubuk Linggau, 6 anggota MTA SAR Musi Rawas, 2 anggota Mapala Empat Lawang, serta 6 personel Polsek Tebing Tinggi. Tim menyisir aliran sungai dengan rute pencarian memutari titik nol (circle) hingga ke wilayah Lawang Agung.
Kapolsek Tebing Tinggi, AKP Herman Akhiri, membenarkan keterlibatan anggotanya dalam operasi tersebut.
“Ada beberapa personel Polsek Tebing Tinggi yang turut membantu Basarnas dan BPBD dalam pencarian korban. Jika ada warga yang menemukan korban, diharapkan segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian atau tim BPBD,” ujar Herman.
Sementara itu, Kepala BPBD Empat Lawang Hendra Lezi, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Fero Ananta, menyampaikan bahwa pada hari ketiga terjadi penambahan personel dalam operasi pencarian.
“Selain menggunakan speedboat, tim juga mengerahkan perahu karet serta tambahan personel dari Basarnas. Lokasi pencarian dimulai dari titik kejadian hingga ke Lawang Agung dan Sugiwaras,” jelas Fero.
Sebelumnya diberitakan, Madon yang dikenal sebagai pemain angklung keliling, dilaporkan tenggelam di Sungai Musi. Peristiwa terjadi saat korban mandi bersama beberapa rekannya setelah berkeliling bermain angklung di wilayah Tebing Tinggi.
Korban diduga tidak bisa berenang sehingga terseret arus sungai yang deras dan akhirnya tenggelam.
Ayah korban, Saparoni, berharap anak bungsunya segera ditemukan.
“Semoga anak kami segera ditemukan. Kami sangat berharap bantuan dan doa dari masyarakat serta tim pencarian,” ungkapnya didampingi istri dan kedua anaknya.
Proses pencarian masih terus berlangsung, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.(rdh)
![]()
















