EMPAT LAWANG – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) 7, H David Hadrianto Al-Jufri menggelar kegiatan reses di SMKN 1 Empat Lawang. Dalam agenda tersebut, berbagai aspirasi disampaikan pihak sekolah, mulai dari persoalan sinyal internet, kekurangan ruang kelas, hingga kebutuhan sarana praktik dan ekstrakurikuler.
Kepala SMK Negeri 1 Empat Lawang, DR. Panyahuti, mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini adalah sulitnya sinyal di kawasan sekolah. Padahal, SMKN 1 Empat Lawang bercita-cita menjadi sekolah berbasis digital.
“Sinyal di kawasan SMK sangat sulit. Kami bercita-cita berbasis digital di SMK, tapi terkendala sinyal. Akses Wi-Fi tidak sanggup. Tolong bantu ke pihak Telkom,” ujarnya.
Selain persoalan jaringan, pihak sekolah juga menyampaikan kekurangan sarana fisik. Salah satu tenaga pengajar SMKN 1 Empat Lawang, Hasan menyebut ruang teori saat ini masih mencukupi, namun sekolah kekurangan tujuh ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Kami usulkan kekurangan ruangan dengan alih fungsi eks bangunan rumah sakit yang tidak jadi. Kami butuh ruang praktik dan kelas tambahan,” kata Hasan.
Tak hanya itu, sekolah juga mengusulkan bantuan marching band atau drumband untuk mendukung kegiatan siswa. Menanggapi hal tersebut, H David Hadrianto Al-Jufri mengaku baru mengetahui bahwa SMKN 1 Empat Lawang belum memiliki drumband.
“Baru tahu kalau belum ada drumband. Untuk 2027 kita upayakan, belum bisa jamin di 2026 karena sudah ada beberapa sekolah yang menerima bantuan, baik di Empat Lawang maupun kabupaten lain,” jelas David.
Ia juga meminta pihak sekolah untuk membuat kajian terkait keberadaan SMKN 1 Empat Lawang dan rencana pemanfaatan eks bangunan bakal rumah sakit agar dapat ditindaklanjuti ke Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Sementara itu, Ricky Pramita menyampaikan bahwa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) masih kekurangan peralatan praktik. Saat ini baru ada bantuan satu unit mobil dari Mitsubishi, namun dinilai belum mencukupi.
“Mobil tidak bisa dianggarkan dari dana BOS ataupun PSG. Kami masih kekurangan untuk praktik siswa,” ungkap Ricky.
Menanggapi hal itu, David mengatakan pihaknya akan mempelajari usulan tersebut dan berupaya mencarikan solusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
“Kami coba pelajari dulu usulan ini. Akan diusahakan melalui CSR perusahaan,” tegasnya.
Tak ketinggalan, Pengurus OSIS juga menyampaikan kebutuhan bantuan drone. Selama ini, setiap tahun mereka harus menyewa drone untuk pembuatan video angkatan.
Melalui reses tersebut, berbagai aspirasi strategis berhasil dihimpun. H David menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan, khususnya yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, demi kemajuan pendidikan di Empat Lawang.(rdh)
![]()
















