EMPAT LAWANG — Memasuki hari kedua pencarian, korban tenggelam di Sungai Musi wilayah Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, masih belum ditemukan. Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai sejak Minggu (25/01).
Korban diketahui bernama Madon, anak bungsu dari lima bersaudara. Ayah korban, Saparoni, merupakan putra asli Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang. Sejak tahun 1993, Saparoni merantau ke Palembang, menikah, dan membesarkan keluarganya di sana.
Saparoni tiba di Tebing Tinggi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari dan langsung mendatangi lokasi pencarian. Dengan suara penuh harap, ia meminta agar anaknya segera ditemukan.
“Kami sangat berharap, supaya anak kami segera ditemukan,” ungkap Saparoni.
Ia juga menyampaikan harapan besar atas bantuan semua pihak, baik dari tim Basarnas, BPBD, maupun warga sekitar, serta memohon doa agar proses pencarian membuahkan hasil.
Sementara itu, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim BPBD Kabupaten Empat Lawang, Camat Tebing Tinggi, enam personel Basarnas, serta empat anggota Tim SAR MA Muara Beliti, Kabupaten Musirawas. Tim menyisir aliran Sungai Musi dari titik korban diduga tenggelam hingga ke Desa Sugiwaras yang berbatasan dengan Kabupaten Musirawas.
“Ada tambahan personel dari luar daerah, semoga korban segera ditemukan,” ujar Fero, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Empat Lawang.
Selain tim resmi, sejumlah warga setempat juga turut membantu dengan melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga kini, korban belum berhasil ditemukan.
“Kami sudah menyelam di beberapa titik sekitar lokasi tenggelamnya korban, namun belum berhasil menemukan korban,” kata Dewi, salah satu warga yang ikut melakukan pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus berlangsung.(rdh)
![]()
















