OGANILIR,- Empat siswa Beberapa bulan yang lalu tepatnya 11 September 2025 diduga mengalami keracunan MBG di SMK 1 Muara Kuang, kini kembali terjadi belasan siswa siswi santri Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Kabupaten Ogan Ilir diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis pada 9 Februari 2026
Dari belasan orang santri yang mengalami keracunan tersebut tujuh orang harus menjalani perawatan intensif rawat inap di Rumah Sakit Ar Royan Indralaya kabupaten ogan ilir.
Peristiwa keracunan MBG terjadi pada hari Senin 9 Februari 2026 dan langsung bikin geger di lingkungan po dok pesantren al ittifaqiah.
Para korban mengalami keluhan gejala seperti mual muntah berkali kali dan kram perut, setelah beberapa jam mengkonsumsi MBG (Makanan Bergizi Gratis).
Sementara Pihak rumah sakit Ar Royan membenarkan adanya pasien santri yang masuk dengan gejala serupa.
Iklim Cahya sebagai Humas RS. Ar Royan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter, para pasien diduga mengalami gangguan kesehatan akibat salah makan.
Berdasarkan keterangan dokter yang merawat, ada indikasi terjadi salah makan. Alhamdulillah saat ini kondisi para pasien sudah mulai membaik,” ujar Iklim, Selasa (10/2/2026).”ungkapnya singkat.”
Mgs Fathan salah satu santri yang dirawat menceritakan kronologi yang dialaminya pada awak media.
Santri kelas lima Madrasah Ibtidaiyah ini mengaku menyantap makanan MBG sekitar pukul 09.50 WIB.
Setelah beberapa jam kemudian tepatnya pukul 14.00 WIB, ia mulai merasakan sakit perut hebat disertai mual dan muntah. kemudian perut saya terasa sakit seperti ditarik-tarik, lalu muntah terus-menerus sampai 8 kali,” ungkap Fathan.
Humas Ponpes Al-Ittifaqiah Ustad Feri saat dikonfirmasi dan wawancara langsung kemarin 10/02/2026 menjelaskan, kejadiqn ini masih dalam peyidikan baik itu dari pihak SPPG maupun dari pihak terkait.
Jadi bukan keracunan atau apa, karna kita belum tau juga hasil penyidikannya bagaimana kita tunggu saja nanti.”jelas Feri.”
Lanjutnya menjelaskan, untuk yang meninggal itu tidak ada. itu hoax”katanya tegas.”
Tapi keluarga besar pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya turut berduka cita atas insiden ini, semoga siswa siswa yang masih dirawat baik itu rawat inap maupun rawat jalan segera pulih dan kembali keaekolah.
Oh ya pihak SPPG sudah hadir juga di rumah sakit termasuk juga pengurus sekolah dan sama wali wali siswa /santri. Yang jelas kita belum bisa memutuskan atau memastikan apakah ini ada di MBG atau makanan yang lain, yang jelas saat ini masih proses penyidikan.”jelasnya.”
Informasi terahir yang saya terima ada 6 orang rawat inap dan ada 4 orang yang rawat jalan artinya ada 10 orang yang dirawat.
Berdasarkan informasi yang kami dapat penerima manfaat sebanyak 2925 orang siswa atau santri yang ada di pondok pesantren al ittifaqiaha.
Dari korban yang mengalami insiden tersebut ada dua tingkatan yang pertama dari taman kanak kanak (TK) ada satu orang dan sisanya siswa Madrasyah Iftidaiyah (MI).
Alhamdulilah dari pihak MBG cukup kooperatif, untuk seluruh biaya pengobatan maupun perawatan itu ditanggung oleh pihak MBG.
Saat ditanya Korwil MBG datang langsung gak untuk melaksanakan pengawasan di dapur, jawab humas ponpes al ittifaqiah saya gak tau dilapangan.
Untuk status dapur saat ini, saya dapat informasi ditutup sementara, utuk berapa lamanya saya gak tau.
Untuk kedepan memang pihak sekolah sudah ada Tim Khusus untuk memeriksa pakat paket MBG dan kedepan kita perketat lagi dan tim khusus ini untuk memeriksa kembali atau bahasanya memperketat pemeriksaan paket MBG sebelum di berikan kepada siswa atau santri yang ada di ponpes al ittifaqiah.”ungkap Feri Humas Ponpes Al-Ittifaqiah kemarin 10/02/26.”
Sementara Ketua Koordinator Wilayah MBG Ogan Ilir liana Puspita saat dikonfirmasi pia WhatsApp nya rabu 11/02/26 mengatakan, Walaikumsalam
Izin ya pak menjawab
1. Terkait monitoring, Korwil adalah perpanjangan tangan BGN di tingkat kabupaten. Korwil berfungsi sebagai unit pendukung (support system) bagi Kreg dalam aspek administratif dan operasional, yang bertugas mengolah data, mengidentifikasi kendala lapangan, serta memberikan rekomendasi solusi konstruktif untuk kelancaran program.
Tentunya untuk SPPG sendiri sudah ada Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan , Aslap dllnya. Dimana semuanya memiliki tugas dan fungsinya masing2.
2. Untuk perizinan IPAL sendiri kami sudah koordinasikan dengan DLH dan Perizinan untuk konsultasikan layout ipal yang sesuai yaitu SPPG seperti Ipal rumah makan. Tentunya hal ini membutuhkan kerjasama antara Korwil, Ka SPPG dan Mitra karna Mitra yang memiliki modal dalam penyesuaian standar Ipal tersebut.
3. Terkait suplai buah, perlu diingat dengan jelas bahwasanya yang memiliki usaha tersebut bukan saya melainkan kakak saya dan murni saya sendiri tidak tau terkait mekanisme mereka seperti apa, keuntungan mereka seperti apa, kalau ingin lebih jelas terkait ini mungkin bisa dikonfirmasi ke yg bersangkutan.
Mungkin demikian yg dapat saya konfirmasi pak, terimakasih.”ungkap Ketua Korwil MBG Ogan Ilir.” (YP)
![]()
















