Breaking News

Home / Palembang

Monday, 12 January 2026 - 09:29 WIB

Napak Tilas Dakwah Kiai Marogan, Herman Deru: Warisan Ulama Harus Terus Dihidupkan

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru secara resmi melepas ratusan jamaah Haul Kiai Marogan ke-125 yang digelar di Masjid Lawang Kidul, Palembang, Minggu (11/1/2026).

 

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan napak tilas perjalanan dakwah Kiai Marogan menyusuri Sungai Musi menuju Masjid Kiai Marogan di Kertapati.

 

Dalam sambutannya, Herman Deru menilai haul Kiai Marogan memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat kuat.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga refleksi atas perjuangan ulama dalam membangun peradaban Islam yang damai.

 

Gubernur menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel akan menjadikan haul Kiai Marogan sebagai agenda wisata religi tahunan agar nilai-nilai perjuangan sang ulama dapat terus diwariskan lintas generasi.

 

“Napak tilas ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi menghidupkan kembali semangat dakwah Kiai Marogan yang penuh keteladanan. Ini akan kita jadikan agenda wisata religi tahunan,” ungkap Herman Deru.

 

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kedamaian dan kerukunan umat tidak hadir secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam dengan cara yang santun dan menyejukkan.

 

Herman Deru menekankan pentingnya menjadikan nilai dakwah Kiai Marogan sebagai inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, khususnya di Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Sumsel Bidik Pasar Wisata Kesehatan, RSUD Siti Fatimah Siapkan Tiga Layanan Unggulan

 

“Kiai Marogan mengajarkan kita tentang persatuan, toleransi, dan kedamaian. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan rawat,” katanya.

 

Selain aspek spiritual, Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan Sungai Musi yang menjadi jalur dakwah Kiai Marogan di masa lalu.

 

Ia mengajak masyarakat untuk tidak mencemari sungai dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai Islam yang diajarkan para ulama.

 

“Kebersihan Sungai Musi adalah tanggung jawab kita bersama. Sungai ini memiliki nilai ibadah dan sejarah yang tidak terpisahkan dari perjalanan dakwah Islam,” ujarnya.

 

Herman Deru juga meminta keterlibatan aktif para zuriat Kiai Marogan dalam setiap pelaksanaan haul dan wisata religi agar substansi kegiatan tetap terjaga.

 

“Kami membutuhkan bimbingan dari para zuriat agar apa yang kita lakukan benar-benar mendekati jejak dakwah Kiai Marogan,” tuturnya.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan dzikir bersama yang diikuti Gubernur, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, para ulama, serta jamaah, sambil menyeberangi Sungai Musi menggunakan kapal tongkang menuju Masjid Kiai Marogan. (Fadiel)

Loading

Share :

Baca Juga

Palembang

Pemkot Palembang Gaspol Sensus Ekonomi, Akurasi Data Jadi Dasar Pembangunan

Palembang

Kejati Sumsel Siap Bersinergi dengan PWI Sumsel untuk Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi 

Palembang

Pemkot Palembang Bentuk Forum Kepatuhan Asuransi Ketenagakerjaan, Perkuat Perlindungan Hak Pekerja

Palembang

Sumsel Bidik Pasar Wisata Kesehatan, RSUD Siti Fatimah Siapkan Tiga Layanan Unggulan

Palembang

PLTS diresmikan, Ini Harapan Ratu Dewa

Palembang

Gubernur Herman Deru Tegaskan Natal Oikumene Jadi Simbol Sumsel Provinsi Zero Konflik

Palembang

PDAM Tirta Musi Imbau Warga Hentikan Pencurian Air

Palembang

Pemkot Palembang–HBC Berkolaborasi, Balap Liar Dialihkan ke Lintasan Resmi