EMPAT LAWANG – Momentum awal tahun 2026, ternyata tidak seindah yang dibayangkan bagi warga Perumnas Graha Emas, Simpang Sekip, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Sebab, kawasan permukiman tersebut kembali terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah itu selama beberapa hari berturut-turut.
Puncak hujan terjadi pada Rabu malam (7/1/2026), yang menyebabkan air dari anak sungai di sekitar kawasan meluap dan masuk ke lingkungan perumahan warga. Genangan mulai terasa pada dini hari, saat sebagian besar warga tengah beristirahat.
Salah satu warga, Irsyad, mengungkapkan bahwa air mulai merembes ke dalam rumah sekitar pukul 01.30 WIB. Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan karena dikhawatirkan ketinggian air terus bertambah seperti kejadian banjir pada tahun-tahun sebelumnya.
“Air mulai masuk ke rumah-rumah sekitar setengah dua dini hari. Warga langsung siaga karena takut air terus naik,” ujarnya.
Secara topografis, Perumnas Graha Emas berada di dataran rendah dan berdekatan dengan aliran anak sungai. Hal ini membuat kawasan tersebut rawan tergenang, terutama saat curah hujan meningkat signifikan. Meski sebelumnya telah dibangun tembok penahan banjir, debit air yang tinggi tetap memicu genangan di sejumlah titik.
Beruntung, hujan berangsur reda sehingga volume air tidak terus bertambah. Banjir kali ini dilaporkan relatif lebih ringan dibandingkan kejadian sebelumnya. Keberadaan tembok penahan banjir dinilai masih cukup efektif dalam menahan luapan air agar tidak mencapai ketinggian ekstrem.
Memasuki pagi hari, genangan air mulai surut seiring berhentinya hujan. Aktivitas warga perlahan kembali normal, meski sebagian masih membersihkan sisa lumpur dan air yang masuk ke rumah.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Empat Lawang, Fero Ananta, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan kondisi tetap terkendali.
“Penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi disertai luapan anak sungai. Saat ini air mulai surut dan tidak ada korban jiwa. Namun, warga tetap kami imbau untuk bersiaga karena potensi cuaca ekstrem masih ada,” jelasnya.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat puncak musim hujan awal 2026 masih berpotensi menimbulkan banjir susulan, khususnya di wilayah rawan genangan seperti Perumnas Graha Emas.(rdh)
![]()
















